Latest Updates

Karya Tulis Ilmiah Kedoya



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kedoya (Dysoxylumgaudichaudianum)  merupakan nama tanaman dari suku duku-dukuan (Meliaceae). Yang diluar negeri lebih dikenal dengan nama ivory mahagony. Pohon Kedoya(Dysoxylumgaudichaudianum) diduga berasaldari Australia.Konon, dahulu kala tanaman ini banyak terdapat dikawasan Jakarta Barat, seperti halnya juga di kemang dan Gambir. Tanaman yang dijadikan nama daerah di Jakarta barat dapat dijumpai dibeberapa daerah di Jawa, Pulau-Pulau di sekitar Krakatau, dan papua New Guinea. Namun seiring perkembangan kota dan pertambahan penduduk, pohon Kedoya semakin langka bahkan nyaris sulit ditemukan. Salah satu tempat pohon Kedoya hidup adalah Cagar Alam, Pananjung Pangandaran, kabupaten Ciamis Jawa Barat. Pohon kedoya masuk ke Indonesia telahadap ada zaman Belanda, tetapi tidak dapat dipastikan kapan masuknya.Begitu pula awal masuk keCagar Alam.Namun, yang jelas pohon Kedoya telah ada sebelum peresmian tahun 1919 saat masih dibawah pemerintahan Hindia Belanda.
Karena alas an tersebut pohon Kedoya dianggap sebagai tanaman asli Cagar AlamPananjung Pangandaran yang bersifat dominan.
Maka dari itu keberadaan mahasiswa peneliti dalam kegiatan inagurasi ini bertujuan ingin mengetahui tentang flora kedoya di Pangandaran Ciamis Jawa Barat,tentu saja kegiatan penelitian ini bertujuan untuk studi pustaka ataupun untuk membantu cara pelestarian pohon kedoya.

B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari karya tulis ilmiah ini, diantaranya :
1.      Bagaimana morfologi pohon kedoya?
2.      Apa saja nilai penting dari pohon kedoya ?
3.      Apakah pohon kedoya termasuk pohon yang langka?
4.      Bagaimana awal mula pohon kedoya masuk ke Indonesia dan ke Cagar Alam Pangandaran?
5.      Bagaimana gambaran habitat pohon kedoya?
6.      Adakah hal unik yang terdapat dari pohon kedoya?

C.    Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini,yaitu:
1.        Deskripsi Tumbuhan
Pohon kedoya memiliki ketinggian mencapai antara 25-45 m, dan diameternya sekitar 80 cm.
2.        Morfologi
Berdaun majemuk, buahnya terdapat diujung ranting. Tumbuhan ini memiliki habitus semak, perdu, ataupohon. Akarnya merupakan akar tunggang, batang tumbuhan tegak lurus, dan bercabang-cabang, dan termasuk tumbuhan dikotil atau berkepingdua
3.        Gambaran Habitat
Pohon Kedoya hidup menyebar di beberapa tempat. Tumbuh di lingkungan tertentu. Pohon ini dapat tumbuh subur  didaerah kering, panas, bahkan di daerah berkapur sekalipun.
4.        Kelangkaan / dominasi / frekuensi
Pohon kedoya ini termasuk langka. Bahkan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Ciamis, Jawa Barat hanya terdapat 2 pohon kedoya yang kami ketahui
5.        Sejarah
Pohon Kedoya di Cagar Alam Pananjung Pangandaran telah ada sebelum peresmian tahun 1919 saat masih dibawah pemerintahan Hindia Belanda.
6.        Nilai Penting
Pohon Keodya ini biasa digunakans ebagai bahan kotak atau batang korekapi,tusuk gigi atau papan perahu. Karena bunga dan buahnya menjadi makanan monyet atau lutung yang hidup liar di sekitar pohon tersebut
7.        Hal-hal Unik
Ciri khas tanaman ini adalah memiliki kulitjaringankayu yang berbau menusuk dan memuakkan yang bisa rasa mual sehingga dapat mengakibatkan orang muntah-muntah.
D.   Tujuan dan Manfaat Observasi
Sekecil apapun bentuk kegiatan yang dilakukan senantiasa harus dipertimbangkan dan ditinjau dari segi-segi alasan atau latar belakang dan tujuan terlebih dahulu. Penting tidaknya dengan tujuan yang jelas dalam kegiatan tersebut akan terarah, terencana, dan lebih baik. Apalagi jika kegiatan ini mempunyai pikiran dan jangkauan yang lebih luas. Begitu pula dengan penyusunan karya tulis ilmiah ini memiliki tujuan dan manfaat, yaitu :
1)        Secara akademik untuk memenuhi salah satu tugas inagurasi yang ada di universitas galuh
2)        Sebagai usulan bagi instansi terkait tentang pelestarian dan pengkajian flora tersebut
3)        Menggali dan meningkatkan potensi flora sebagai bahan tinjauan pustaka dan wisata alam/lingkungan
4)        Menguji kemampuan siswa dalam menganalisis tentang flora
5)        Menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa
6)        Mengembangkan hasil belajar mahasiswa dan bagaimana cara mengaplikasinnya di lapangan
 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN
METODE PENGUMPULAN DATA
 A.      Tinjauan Pustaka
Kedoya yang memiliki nama latin Dysoxylumgaudichaudianum,diyakini sebagai asal mula sebuah nama daerah di Kecamatan Jeruk Jakarta Barat. Pohon ini merupakan tanaman dari suku duku – dukuan (Meliaceae) yang di luar negeri lebih dikenal sebagai Ivory Mahagony.
Pohon Kedoya (Dysoxylumgaudichaudianum) atau Ivory Mahagony diduga berasal dari Australia. Pada zaman dahulu tanaman ini banyak terdapat di kawasan Jakarta Barat. Namun seiring dengan perkembangan kota dan pertambahan penduduk, pohon kedoya semakin langka dan sulit ditemukan.
B.       Metode Pengumpulan Data
Karya tulis ilmiah ini disusun atas data-data yang berhasil dihimpun melalui beberapa metode, yaitu:
1.    Metode Wawancara
Wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang yang disebut responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.
Kerlinger (dalam Hasan 2000) menyebutkan 3 hal yang menjadi kekuatan metode wawancara :
a.              Mampu mendeteksi kadar pengertian subjek terhadap pertanyaan yang diajukan. Jika mereka tidak mengerti bias diantisipasi oleh interviewer dengan memberikan penjelasan.
b. Fleksibel, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan masing-masingin dividu.
c.              Menjadi satu-satunya hal yang dapat dilakukan disaat teknik lain sudah tidak dapat dilakukan.
4
 
Menurut Yin (2003) disamping kekuatan, metode wawancara juga memiliki kelemahan, yaitu :
a. Retan terhadap bisa yang ditimbulkan olehkontruksi pertanyaan yang penyusunanya kurang baik.
b. Retan terhadap bisa yang ditimbulkan oleh respon yang kurang sesuai.
c. Probling yang kurang baik menyebabkan hasil penelitian menjadi kuranga kurat.
d. Ada kemungkinan subjek hanya memberikan jawaban yang ingin didengar oleh interviwer.
2.  Metode Observasi
Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian. Observasi dibutuhkan untuk dapat memahami proses terjadinya  wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan. Observasi ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 24 September 2012 bertempat di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Kabupaten Ciamis.
3.   Metode Studi Pustaka
Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yangakan atau sedang diteliti. MenurutNazir (1998 : 112) studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dimana setelah seorang peneliti menetapkan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan teori yang berkaitan dengan topik penelitian. Dalam pencarian teori, peneliti akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan. Sumber-sumber kepustakaan dapat diperoleh dari buku, jurnal, majalah, hasil-hasil penelitian (tesis dan disertasi), dan sumber-sumber lainnya yang sesuai (internet, koran dll). Winarno Surakhmad (1994:251) mengemukakan bahwa “Kelengkapan seorang peneliti dalam setiap lapangan ilmu pengetahuan tidak akan sempurna apabila tidak dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan yang memadai”.

BAB III
PEMBAHASAN


A.      Morfologi  Pohon  Kedoya
Pohon Kedoya memiliki ciri-ciri morfologi yang mudah dibedakan dengan pohon lainnya. Salah satunya dengan pohon yang masih satu Genus yaitu kokosan monyet, atau pisitan banyak yang tumbuh berdampingan dengan  Kedoya sehingga pengunjung yang tidak tahu merasa sukar untuk membedakannya. Buah dan bunga dari pohon kedoya sering di konsumsi oleh lutung atau monyet yang hidup liar di cagar alam,sehingga pohon kedoya menyebar tetapi langka ditemukan. Namun sampai saat ini buahnya tidak berani dikonsumsi oleh manusia dengan alasan yang tidak dikemukakan. 
Pohon Kedoya berdaun majemuk, permukaan atasnya halus, dan sebaliknya permukaan bawahnya kasar. Tulang daunnya menyirip dengan panjang daun sekitar  10-15 cm dan lebar daun antara 4-5 cm, tepi daun lurus dan tata letak daunnya dalam satu unit.


Kedoya memiliki buah berbentuk bulat,  kecil berwarna kuning hingga coklat kekuningan yang terkumpul dalam malai ganda untuk buah yang sudah menua. Dalam satu untaian terdapat beberapa biji dan ukurannya lebih kecil dan keras dari biji duku. Biasanya dalam kurun waktu 1 tahun, kedoya berbuah sebanyak dua kali. 

Kedoya temasuk pohon kayu dengan ketinggian mencapai antara 25-45 m, dan diameternya sekitar 80 cm. Tumbuhan ini memiliki habitus semak, perdu, atau pohon. Akarnya merupakan akar tunggang, batang  tumbuhan tegak lurus, dan bercabang-cabang, dan termasuk tumbuhan  dikotil atau berkeping dua yang membedakan salur pohon Kedoya ke samping, sedangkan kokosaan monyet ke atas.



Didalam batang Kedoya sedikit agak basah, bagian dalamnya berwarna kuning kecoklatan, bagian tengahnya berwarna kemerah-merahan. Pohon Kedoya tergolong tanaman Gymnospermae. Gymnospermae berasal dari bahasa yunani yaitu, gymno = terbuka/ telanjang dan sperma = biji. Anggota Gymnospermae memiliki ciri utama berupa bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporafil (daun buah).
Usia pohon kedoya bisa mencapai kurang lebih 80 tahun. Melalui deskripsi morfologi ini pohon Kedoya dan kokosan monyet dapat dibedakan tanpa kesulitan yang berarti.
B.       Nilai Penting Pohon Kedoya
1.         Ekologi
Tanaman yang dijadikan nama di Jakarta barat ini dan di beberapa daerah di pulau Jawa, pulau sekitar Krakatau dan Australia hingga Papua new Guinea. Pohon Kedoya ini cocok untuk dilestarikan dan ditumbuh kembangkan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Namun  untuk daerah Jakarta sendiri yang salah satu daerahnya menggunakan nama Kedoya sudah sangat langka dan sulit ditemui, disinyalir perluasan area pemukiman dan pembangunan kota metropolitan berdampak buruk bagi kelangsungan  hidup pohon Kedoya.
2.         Nilai Ekonomi
Seperti  halnya tumbuhan yang lain kedoya sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia karena ikut menjaga regulasi udara dan air. Selain itu karena memiliki kayu yang tidak terlalu keras dan kurang awet sehingga jarang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Pohon bernama latin Dysoxylum gaudichaudianum ini biasa digunakan sebagai bahan kotak atau batang korek api,tusuk gigi atau papan perahu. Karena bunga dan buahnya menjadi makanan monyet atau lutung yang hidup liar di sekitar pohon tersebut, dengan kata lain kedoya menjadi salah satu penyuplai sumber energi  bagi  satwa liar.

C.      Kelangkaan Pohon Kedoya
Pohon kedoya yang dulu melimpah di Jakarta sehingga dijadikan nama dua kelurahan di Jakarta barat makin hari makin langka dan sulit dijumpai.banyak diantara kita yang tidak mengenal pohon ini.bahkan hanya sedikit yang mengetahui bahwa nama kecamatan kedoya,diambil dari nama pohon ivory mahagoni.
Bahkan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Ciamis, Jawa Barat hanya terdapat 2 pohon kedoya yang kami ketahui.

  D.      Sejarah Masuknya Pohon Kedoya ke Indonesia dan Cagar Alam
Pohon ini berasal dari Australia. Konon, dahulu kala tanaman ini banyak terdapat dikawasan Jakarta Barat, seperti halnya juga di kemang dan Gambir. Tanaman yang dijadikan nama daeraah di Jakarta barat dapat dijumpai dibeberapa daerah di Jawa, Pulau-Pulau di sekitar Krakatau, dan papua New Guinea.
Namun  seiring perkembangan kota dan pertambahan penduduk, pohon Kedoya semakin langka bahkan nyaris sulit ditemukan. Salah satu tempat pohon Kedoya hidup adalah Cagar Alam, Pananjung Pangandaran, kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Pohon kedoya masuk ke Indonesia telah ada pada zaman Belanda, tetapi tidak dapat dipastikan kapan masuknya. Begitu pula awal masuk ke Cagar Alam. Namun, yang jelas pohon Kedoya telah ada sebelum peresmian tahun 1919 saat masih dibawah pemerintahan Hindia Belanda. Karena alasan tersebut pohon Kedoya dianggap sebagai  tanaman asli Cagar Alam Pananjung Pangandaran yang bersifat dominan.
 E.       Gambaran Habitat Pohon Kedoya
Pohon ini dapat tumbuh subur  di daerah kering, panas, bahkan di daerah berkapur sekalipun. Karena itu tidak jarang tumbuhan yang berasal dari Australia ini ditemukan tumbuh di antara pohon jati dan kayu putih.

F.       Hal Unik dari Pohon Kedoya
Ciri khas tanaman ini adalah memiliki kulit jaringan kayu yang berbau menusuk dan memuakkan yang bisa rasa mual sehingga dapat mengakibatkan orang muntah-muntah.

G.    Klasifikasi  Ilmiah Pohon Kedoya
Adapun klasifikasi dari kedoya ini berdasarkan binomial numenklatur dapat dijelaskan seperti berikut :
a.  Kerajaan: plaentae (tumbuhan);
b.  Divisi: magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
c.  Kelas: magnoliopsida (berkeping dua/dikotil);
d. Ordo: Sapindales;
e.  Famili: Meliaceae;
f.   Genus: Dysoxylum;
g.  Spesies: Dysoxylum gaudichaudianum
h.  Nama Indonesia :Kedoya


BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Kedoya merupakan nama tanaman dari suku duku-dukuan (meliaceae) yang diluar negeri lebih dikenal sebagai ivory mahagony.
Pohon kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum) atau ivory mahagoni diduga berasal dari Australia.Konon,dahulu tanaman ini banyak terdapat dikawasan Jakarta Barat dan dijadikan nama sebuah daerah di kecamatan Kebun Jeruk  Jakarta Barat.
Pohon kedoya ini semakin langka seiring dengan perkembangan jaman.Pohon kedoya di cagar alam Pangandaran tidak dapat dipastikan kapan masuknya,namun yang jelas telah ada sebelum peresmian tahun 1919 saat dibawah pemerintahan Hindia-Belanda.Bunga dan buah kedoya sering dikonsumsi oleh lutung dan monyet sehingga bijinya berada dimana-mana karena lutung atau monyet sering berpindah pindah tempat,sehingga pohon kedoya ini menyebar dimana-mana namun langka.Namun saat ini buahnya belum ada yang berani dikonsumsi oleh manusia dengan alasan yang tidak dikemukakan.
Pohon kedoya ini mempunyai ciri-ciri morfologi yang mempermudah membedakannya dengan pohon yang lainnya.Pohon kedoya berdaun majemuk,petulanganya menyiriptepi daun lurus dan tata letak daunnya dalam satu unit,akarnya merupakan akar tunggang dan batang tumbuhnya tegak lurus dan bercabang-cabang.Pohon kedoya tergolong tanaman Gymnospermae,yang memiliki ciri utama berupa bakal biji.
Tumbuhan ini dapat tumbuh subur di daerah kering, panas, bahkan daerah berkapur.Pohon kedoya juga sering dimanfaatkan sebagai bahan kotak atau batang korek api,tusuk gigi atau papan perahu,jarang digunakan untuk bahan bangunan karena memiliki kayu yang tidak terlalu keras.
Uniknya pohon kedoya ini mempunyai ciri khas yaitu memiliki  kulit jaringan kayu yang berbau menusuk dan memuakan yang bisa rasa mual sehingga dapat mengakibatkan orang muntah-muntah.


11
 
 
B.       Saran
Dengan hadirnya karya ilmiah ini semoga para pembaca dapat mengambil mamfaatnya, serta pembaca dapat mengetahui secara detail tentang Pohon Kedoya.
Karya ilmiah “Dysoxylum gaudchaudianum”. Ini tentunya tak luput dari kekurangan seperti kata pepatah “Tak ada gading yang tak retak”.Untuk itu kami sangat mengharapkan saran-saran yang bersifat membangun untuk kami bisa memperbaiki karya ilmiah kami.

DAFTAR PUSTAKA


........ (2010). Pohon Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum) Tinggal Nama. (online). tersedia :http://www.alamendah.wordpress.com/,2010. (25 September 2012).

.........(2012).PohonKedoya.(online).tersedia:http://211.114.21.20/tropicalplant/html/,2012. (25 September 2012).

........(2011). Pohon Kedoya. (online). tersedia :http://www.rainforest publishing.com.au/,2011. (25 September 2012).

........ (2001). Pohon Kedoya. (online). tersedia: http://www.plantamor.com/, 2001.(26 September 2012).

Surakhmad, Winarno.(1998). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung:Tarsitp.

0 Response to "Karya Tulis Ilmiah Kedoya"

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.